VERLANOVICH

Menyendiri tuh pilihanku sendiri

covero

Menyendiri itu pilihanku sendiri


Ciao, ini Verlanovich lagi.

aku kali ini bakal nulis bagaimana diriku memilih untuk menyendiri ketimbang bergaul, ya aku bisa bergaul cuman aku seperti gak cocok sama temen-temenku gitu di sekolah.

Catatan: Maaf bila struktur tulisanku jelek dan lompat-lompat topiknya :)

karena aku nulis apapun yang ada di pikiranku/ngikutin narasi di kepalaku, yang bisa di bilang kurang bisa berpikir jernih (merangkai kalimat dengan baik) :3

Here the Story

begini. menurut pengamatanku dari pojokan kelas.

dari selera aja mungkin aku berbeda gitu dari mereka.

kebanyakan dari mereka lebih suka main game kayak mobile legends dan free fire, sedangkan aku. enggak.

aku sih bisa gak bisa, main gamenya sih bisa, tapi buat sejago mereka ya gak bisa. ditambah juga ponsel aku yang gak mendukung buat ngegame berat kayak gitu.

aku sih gak terlalu mempermasalahkan kegemaran mereka gitu sama video game, tapi mungkin antara aku dan mereka aja gitu yang males buat ngajak sesuatu gitu, mau itu ngajak ngobrol ataupun nongkrong.

aku gak punya inisiatif buat ngajak orang ngobrol akrab itu kayak gimana, karena akupun canggungan dan pemalu.

intinya sih ya bodoamat lah, aku emang payah dalam bergaul.

mau aku hidup atau matipun juga tetep aja gitu, gak akan ada yang inget.

aku gak bisa playing victim ke mereka bahwa aku gak punya temen dan gak ditemenin itu salah mereka, ini salahku sendiri.

ini semua karena pilihanku.

iya ini pilihanku, aku yang memilih sendiri menjadi pendiam dan penyendiri, aku yang salah, dan aku ngebikin pilihan yang mungkin "terburuk" gitu dalam hidupku.

ini salahku karena menjadi pendiam, salahku menjadi orang yang malas bergaul,salahku yang pemalu dan penyendiri.

aku gak bisa nyalahin mereka, mereka emang udah punya relasi sebelumnya, dan aku tanpa relasi. dan hanya punya satu orang doang gitu yang cukup ku kenal namun gak deket banget gitu plus beda kelas sekarang.

meski sekarang aku udah nambah dengan sedikit relasi di sekolah SMA ini, namun relasi sebelumnya waktu MTs itu bisa di bilang sekarang lost contact alias terputus gitu.

aku sadar pilihanku dan harusnya bodoamat sama situasi ini, mereka orang-orang yang hanya peduli dengan dunia mereka sendiri.

akupun sama, aku punya duniaku sendiri yang ku fokuskan.

aku mau gak mau, memang harus menyendiri buat ngelindungin aku dari rasa gak nyaman (karena itu zona nyamanku).

ini pilihanku, salahku dan konsekuensiku juga.

dan karenanya waktu pertama kali aku masuk sekolah ini aku dapet banyak banget kejahilan yang menggangu. seperti MPLS dan juga awal kelas 10, bahkan temen kelas 10-3 aku juga. yang juga mungkin ngebikin aku serasa "di poyokan".

itu nasib jadi orang yang kaku dan pendiam.

namun ya gimana, mereka udah punya circle duluan, udah punya relasi duluan, udah punya koneksi dan mungkin mereka juga punya koneksi baru karena mereka LEBIH jago bergaul daripada aku.

tapi ya setidaknya aku punya beberapa temen lah di sekolahku ini, beberapa temen yang baik.

meskipun gak seideal yang bisa aku harapkan. dan aku juga bukan orang favorit mereka juga.

yang dimana pada akhirnya aku lebih memilih menyendiri dan membiarkan mereka buat ngabisin waktu dengan relasi dekat mereka aja ketimbang aku.

mereka udah ada circle mereka sendiri, sedangkan aku hanya ditemani pikiranku sendiri.

di kelasku sendiri banyak cowok lebih memilih asik sendiri, ada yang mabar, ada yang tidur, dan ada yang pacaran, pas waktu istirahat lah ataupun jam kosong.

bergaul dengan perempuan pun juga mustahil karena kecanggunganku. sama cowokpun sama, apalagi dengan mereka yang sukanya ngegame dan scrolling sosmed.

itulah kenapa aku memilih asik sendiri juga namun berdiam di pojokan.

////////

aku main sosmed pun saking gak pengennya algoritma mempertemukan aku sama orang lain, aku lebih milih nulis dan post di sosmed yang "sepi" dan desentralisasi kayak mastodon dan bluesky, serta nulis blog ini di bear blog.

sosmed besar kayak Facebook, Instagram, Tiktok, X(Twitter), YouTube, itu cuman jadi media passive doang, alias lebih banyak scroll ketimbang post.

lagian menurutku sosmed besar itu udah "sakit" sih karena demi cuman bikin kecanduan karena machine learning feed mereka.

///////

dan sebenarnya menyendiri memberiku efek pusing karena banyak berpikir, yang bisa di bilang overthinking lah.

hatiku selalu coba di bikin remuk sama rasa kesendirian dan "hopelessness".

yang di bikin sama pikiran negatif overthinking dengan narasi palsunya. aku berusaha diam ajalah.

tapi ini konsekuensiku juga sih karena ini pilihanku

Kesimpulan

kesimpulannya sederhana:

Menyendiri = PILIHANKU. pilihannya Verlanovich.

jadi bila di tanya kenapa Verlanovich menyendiri? ya jawabannya karena pilihanku sendiri.

waktu itu sempet ditanya sama wali kelasku waktu pembagian raport dan lewat orangtua dia bilang "Kenapa Verlanovich Menyendiri?"

jawaban dariku sekarang iyalah tentu itu pilihanku untuk menyendiri.

dan mungkin juga Nasib.


This is Verlanovich

Wye Wyeiii.....

#Curhatan #Pengalaman