Perkembangan diri

Tentang Perkembangan Diriku
- Gen Z mental tempe & Perkembangan Diri
β’Β Gen Z
Banyak yang bilang kalau Gen Z itu "Mental Tempe". aku gak tau stereotip itu datang darimana namun maksud intinya bilang bahwa gen z itu generasi yang rapuh, lemah, mudah menyerah, dan sensitif dengan tekanan.
well mendengar label itu seperti membuatku sadar juga kalau itu ada benernya. itu kenyataannya banyak gen z termasuk aku kayak gitu.
manja banget, pemalas, dan selalu nyerah. sensitif sama tekanan. dikit-dikit mental health, dikit-dikit mental illness.
dan itu bikin aku mikir apa yakin aku mau terus kyk gini?
stereotip itu ada benarnya yang terjadi denganku bila terus kek gini bisa jadi gak akan pernah jalan. aku setuju dengan stereotip ini.
ada beberapa hal yang menurutku membuat "mayoritas" (bukan semua) gen z ini bermental tempe itu karena perkembangan teknologi, coba sekarang liat kita udah punya ponsel, AI chatbot, internet, dll.
serba instan dan informasi ngalir masuk dan massive.
....
gen z tuh susah di mengerti, banyak yang gak akan mengerti perasaan mereka.
pola pikir mereka sangat bebas, merdeka. dan mungkin banyak yang terpapar sosial media secara berlebihan yang memicu perbandingan.
jadi gen z tuh banyak overthinking? mungkin iya
lembek, manja, mudah menyerah, tidak tahan banting, mudah overwhelmed? well itu tergantung orangnya.
buatku gen z itu sebenarnya adalah generasi paling aware (sadar), lebih sadar dari generasi manapun.
itu persepektifku dari kumpulan artikel internet. banyak hal yang mungkin salah tapi yaudah.
dan topik ini juga menyangkut ke perkembangan diriku.
β’ Perkembangan Diri.
secara teknis aku belum berkembang. baik secara akademis maupun kecerdasanku.
namun yang berkembang dari dulu dan sekarang adalah kesadaranku.
sadar dengan logika bahwa perasaan dan kata-kata negatif dalam diriku itu gak benar.
sangat gak bener, semuanya ada jawaban logisnya.
sederhana namun susah.
gak punya temen > Berteman
gak berkembang > Belajar
sederhana jawaban sederhana namun susah aku lakuin.
belajar? buatku itu agak susah, setiap kali aku belajar, aku sadar bahwa itu berat, dan susah. bukan susah punya niatnya juga. tapi susah memahaminya setiap aku baca buku blank. dan kamu gak tau apa yang kamu baca, apa yang bisa kamu lakukan.
namun meskipun belajar susah, aku senang perkembangan diriku itu kelihatan dari "kesadaranku" ini terhadap apa uang salah.
bila di tahun lalu 2025, aku sadar ada yang salah namun gak tau harus apa, gak tau kenapa, dan selalu nyalahin diri sendiri.
mungkin 2026, sekarang naik dikit, naik dikit banget, dari apa yang aku tau namun juga banyak yang gak ku tau.
tapi kesadaranku sadar bahwa ada yang salah namun sadar yang salah itu adalah aku sendiri. dan aku belum tentu bisa memperbaiki apa yang salah dari diriku.
mungkin mulai sekarang aku harus belajar gimana caranya memaafkan diri sendiri, belajar gimana caranya berhenti perfeksionis dll.
aku bisa belajar mengenai emosi dulu sebelum belajar teknis akademis.
dan untuk perkembangan di tahun depan? 2027?
aku belum tau, dan gak akan berharap tahun depan menjadi lebih baik dengan bilang.
"tahun depan pasti lebih baik".
nahh, aku berharap yang terbaik ajalah, amin.
This is Verlanovich
byebye wye wye.
maaf ya tulisan blog ini sangat berantakan, aku nulis ini sekali jalan tanpa ngedit dulu, selain karena lagi di sekolah sekarang, akupun lagi males :3
dan juga pasti banyak tipo, dan penggunaan tanda baca yang gak sesuai, well untuk itu maaf deh ya π
Minal Aidzin Walfaizin, Mohon maaf lahir dan batin.