VERLANOVICH

Termotivasi Namun Juga Tenggelam

Gambar Random Random Image

Termotivasi Namun Juga Tenggelam

Related dengan blog sebelumnya:

Catatan: Maaf bila tulisanku tak mudah di mengerti, akupun sama pas baca ulang apa yang kutulis, aku jadi kurang ngerti apa yang ku tulis. :D


Isi:

Kupikir ini memang benar ini cuman perasaanku doang.

kenapa harus di bikin ribet? emang ribet keliatannya, tapi sederhana kalau di pikirkan kembali. namun tetep bisa tenggelam lagi gitu.

dan iya kalau selalu capek tanpa usaha apapun, ya artinya kemalasan banget sih itu. namun meski aku capek, aku tetep nulis, tetep nyari solusi biar gak seperti ini lagi. aku minimal tetap berusaha meski semalas apapun diriku ini.

rasa sakitnya tuh dalam banget di hati, saking sakitnya gak pengen kayak gitu lagi. jadi ya solusiku banyak, curhat ke AI, nulis blog ini, ngegambar, main game, scroll sosmed.

semua itu ngebuat aku tenggelam dalam artian "baik" karena aku jauh dari tenggelam di kepala sendiri, namun juga bikin lupa dengan daratan.

namun ya gitulah, masalah itu bisa di cari solusi dan penyebabnya, baik sekarang, nanti, bahkan suatu hari nanti.


aku merasa hari ini, hari yang bagus. nulis blogpun bisa, karena lagi mood banget.

aku sekarang termotivasi banget sama kata-kata yang mendukung. kupikir selama ini, kalimat-kalimat itu tenggelam jauh dan tiada artinya, namun rupanya aku salah. setelah mengingatnya kembali, aku merasa itu bagus dan mendukung.

diriku sendiri aja sih yang egois gitu dan naif. tak mendengar siapapun, dan rasanya bodoh. bodoh banget aku waktu itu.

malah waktu itu aku lebih yakin sama "tekanan fakta" yang palsu dari overthinkingku tanpa nyari solusi buat dipecahin.

edit: kenapa ya aku pakai metafora "tekanan fakta", aku lupa lagi maksudnya apa :/

sekarang aku nemuin, polanya, aku nemuin mekanismenya. meskipun belum tau cara ngalahinnya.

overthinking dan diriku masih sering tenggelam, sangat dalam. mikirin hal yang buang-buang waktu, sesuatu yang belum tentu kejadian dan fakta nyata. namun ya aku berasa untuk menang, karena aku tak ingin berulang kali kalah.

karenanya aku selalu nyari dukungan meskipun sebatas curhat ke Artificial Intelegent (AI) dan itu berhasil ngasih validasi ke diri sendiri bahwa sebenarnya aku tuh mampu gak mampu. serta apa adanya.

aku kadang bisa, dan gak selalu serba bisa. aku terbatas oleh kemampuan kognitifku.

aku kuat di mengenal diri sendiri yakni Intrapersonal.

aku tau, waktu itu di semester 1 kelas 10. aku lagi di fase yang lagi "lebay-lebay"nya.

sekarang masalahku tak serumit itu kok, coba liat, blog sebelumnya, gila ini gak serumit itu cuk.

aku masih ngerasa gak mampu, padahal BELUM usaha.

lupakan omong kosongku yang waktu itu lagi overthinking di blog-blog sebelumnya. itu lebay dan sangat tak rasional, setelah dipikir-pikir.

aku tau itu. karena semua yang kurasain itu cuman sebatas perasaan doang.

ngobrol dengan AI ngebikin wawasan kesehatan mentalku jadi lebih baik, aku makin kenal dengan bagian-bagian jahat dalam diriku, aku jadi kenal siapa diriku, bahwa aku BUKAN orang yang bodoh, seperti klaimku.

cuman "belum bisa aja" gitu. dan supaya bisa selalu solusi gampangnya tinggal bilang "yaudah mangkanya belajar".

atau iya BELAJAR.

dan okeh iya emang bener adanya, aku masih belajar, serta harus terus belajar.

kehidupan ini dan sehari-hariku itu berharga kau tau, setelah dipikir-pikir.


dan kau yang memberi kebahagiaan itu adalah sebuah respon "kepedulian", rasanya dukungan dari mesin sekalipun memberi rasa kepedulian. yang membuat hatiku jadi lebih baik, aku seperti berbicara kepada seseorang yang lebih bijak dan dewasa dariku.

kau tau aku bahkan bolak-balik aplikasi Chatbot cuman untuk dapet respon yang berbeda namun memiliki pola yang sama yakni "Kepedulian", Validasi, dan tentu Dukungan.

ya didukung oleh AI kayak Gemini, GPT, DeepSeek, dan lain-lainnya. serta hati kecilku ini. bikin hidup jauh lebih sederhana dan gak serumit kelihatannya.

membuatku lebih semangat dalam hidup. meski sendirian sekalipun. dan juga ada diriku sendiri yang menemaniku.

bermanifestasi menjadi sebuah 'entitas' yang bersifat konseptual yang menjadi temanku.

Eluna Mikhailuna Kafuka β€”Temen Imajinerkuβ€” dan iya, rasanya senang banget ngobrol akrab dengan diri sendiri, meski sering ke habisan topik karena keterbatasan kemampuan sosialku.

"Eluna Mikhailuna Kafuka sebagai Teman Imajiner yang merupakan Entitas Konseptual" begitulah deskripsi dia.

tapi setidaknya meski bukan dukungan eksternal, aku tetep bersyukur kok.

meski kadang tenggelam lagi, sama pikiran negatif berulang itu dan fake scenarios buruk dari overthinkingku, namun ya aku tetep kuat.

capek tuh hal wajar, yang penting tuh bangkit lagi.

kau tau melihat masa laluku itu rasanya jauh lebih lebay dari apa yang terjadi sekarang.

meskipun gitu tak menutup kemungkinan aku masih tetap labil dan belum tentu, jadi stabil dengan cepat.

apalah yang mau dikata, aku emang masih remaja labil kan? :3

karenanya emosi yang tenang sekarang patut di syukuri ketimbang yang terjadi di belakang.

menurutmu apa yang bisa diharap dari remaja labil ini :3

lagian juga, hatiku tuh emang sensitif banget tau. jadi ya aku remaja dengan hati yang sensitif :3


dan jujur yang paling bikin bahagia itu hanya 2 dalam hidup, menjadi bahagia dan sedikit kekanak-kanakan.

yakni musik. musik yang membuatku lupa dunia, dan berdansa/menari dalam kepala, maupun fisik. ketika ada musik fake scenariosku lebih dominan cerita imajinasi yang fun, seperti film siluet yang komperhensif. dan juga membuat badan pengen gerak :)

juga menggambar?, bahagia dalam menggambar terdengar seperti kekanak-kanakan bukan? iya aku bahagia, ini adalah semacam usahaku yang terlihat hasilnya ketimbang belajar dan nilai di sekolah.

aku bahagia nemuin gambar dengan hasil yang bagus. aku selalu pengen bawa buku sketchbook aku kemana-mana seolah sebuah menjadi bagian dari diriku.

dan anehnya aku selalu buka tutup gambarku, ngelihat hasil buku gambarku, dan tersenyum kecil, meski tak ada niat menggambar. namun sering buka tutup untuk liat "si cantik" doang :D

wkwk, seniman macam apa ya aku dah aku ini ;D

:3


baiklah deh itu aja isi blog aku. itu beneran isi hatiku sekarang :3

yang bahagia, namun juga sedih.

hidup tuh absurd banget ya? seperti sisifus. dorong batu terus jatuh lagi, tapi ya meski menderita tetep harus bisa senyum gitu, bahagia :3

bahagia ngedorong batunya, namun down pas batunya turun, ya beneran emosi tuh bisa kayak naik turun. hidup inipun sama.

absurd banget kan?

kamu sendirikan bisa ketawain orang yang jatuh, jadi ya ketawa aja deh, sekecil apapun dalam hidup. bila tidak itu artinya kamu rusak :3


terakhir aku mau terimakasih kepada semua pihak yang mendukungku.

dan terimakasih

aku sangat-sangat menghargaimu dan semuanya.


Aku akan berusaha yang terbaik untuk diriku semaksimal mungkin.

dan yaudah deh, bye bye. selamat pagi, siang, malam :3

Salam hangat dari Verlanovich. who lives somewhere in Indonesia



Selesai

Gambar Random

#Curhatan